Selasa, 07 September 2010
Bangun Pagi hanya untuk Absensi
11.24 | Posted by
Den Odink |
Edit Entri
![]() |
| Runing Late |
Datang telat sepertinya sudah menjadi biasa bagiku. Dalam seminggu pasti ada saja hari yang aku datang terlambat. kantorku masuk jam kerja normal jam 08.00 pagi dengan toleransi keterlambatan 30 menit yaitu sampai dengan jam 08.30. Berarti jika kita sampai dikantor dan absen jari(absensi menggunankan finger print) dan ternyata jam di alat absensi tersebut menunjukan jam 08.31, dengan sangat terpaksa "Anda sebagai karyawan dinyatakan Telat". adapun konsekuensi dari keterlambatan tersebut uang harian akan dipotong sebesar 50%. Bayangkan jika kita pernah datang terlambat selama 15 hari dengan asumsi uang hariannya adalah 50.000/hari berarti diakhir bulan uang harian kita akan dipangkas sebesar 15 hari x 25.000=375.000 ribu Rupiah. (Sungguh mengenaskan hak karyawan yang dikebiri :D). Kalo boleh aku berpendapat, Sebenernya aku agak tidak setuju dengan aturan seperti ini, yang seakan-akan menilai prestasi karyawan hanya melihat dari absen. Bahkan upah harian harus dipotong cuma karna telat 1 menit, alangkah lebih baik jika tidak masuk kantor saja?. dan parahnya lagi aturan absensi ini hanya berlaku untuk level manager dan staffnya tapi tidak untuk pemimpin-pemimpin yang diatasnya yang justru notabene gaji mereka jauh diatas kami. huh, andaisaja andaisaja andaisaja , aku selalu berandai-andai setiap hari. Berandai suatu hari bahkan secepatnya untuk hidup tanpa bergantung gaji bulanan. Jika aku perhatikan aturan absensi ini sebenarnya tidak terlalu efektif dalam menjaga sikap loyalitas terhadap pekerjaan. Tiap hari banyak diantara kami bahkan akupun termasuk diantaranya, berusaha bangun pagi dan cepat-cepat berangkat menuju kantor, berkendaraan mengebut dijalan hanya untuk sekedar absen agar tidak lewat dari 08.30. dan berharap gaji kami nanti diakhir bulan tidak dipotong. Hanya itu tunjuan kami bangun pagi-pagi, kami kehilangan kesempatan untuk memikirkan cita-cita, kami tak diberi kesempatan untuk ber-ide. Aku sempet melempar joke ke temanku “Sepertinya rejeki kita diatur oleh mesin absen ini, teman” candaku.Beruntungnya aku masih berstatus bujang, yang tak terlalu peduli jika uang harianku dipangkas karna telat. Aku hanya berusaha menjalani hidup tanpa beban pikiran apalagi mikirin potongan gaji akibat dari telat absen. Bulan ini HDR tempat aku berkerja mengirim email kepadaku tentang jumlah hari telatku bulan agustus kemarin. “Potongan keterlambatan ente ampe 17 kali coba kaliin deh lumayan gede banget”, begitu isi emailnya. “ya mau gimana lagi pak ... munkin rezekinya bulan ini segitu. diterima dengan lapang dada dan syukur pak :-). Jawabku santai...
Bukan aku tak butuh uang atau hidup seenaknya, aku kadang datang telat karana ada alasan pribadiku,aku hanya tak ingin moodku berkerja hilang cuma hanya karna kepikiran agar tidak telat absen, aku ingin saat aku melangkah keluar rumah aku bersemangat bukan karna takut telat absen.aku hanya mencoba membebaskan pikiran dan sikapku untuk dikasih kesempatan menpersiapkan masa depan yang ku inginkan. Aku hanya ingin perkerjaan yang aku kerjakan menjadi salahsatu bagian dari passionku. Buat kalian yang masih kuliah dan belum merasakan suasana kerja, aku cuma bilang dan kasih saran dari sekarang mari kita rubah mindset kita “kuliah itu bukan untuk diniatkan mencari kerja tapi niatkan untuk menciptakan lapangan kerja. Siapkan dari sekarang. Bebaskan diri kalian untuk bercita-cita dan ber-ide kreatif”. Berkerja pada orang lain hanya memperkaya para pak Bos tempat kita bekerja !!!
Bukan aku tak butuh uang atau hidup seenaknya, aku kadang datang telat karana ada alasan pribadiku,aku hanya tak ingin moodku berkerja hilang cuma hanya karna kepikiran agar tidak telat absen, aku ingin saat aku melangkah keluar rumah aku bersemangat bukan karna takut telat absen.aku hanya mencoba membebaskan pikiran dan sikapku untuk dikasih kesempatan menpersiapkan masa depan yang ku inginkan. Aku hanya ingin perkerjaan yang aku kerjakan menjadi salahsatu bagian dari passionku. Buat kalian yang masih kuliah dan belum merasakan suasana kerja, aku cuma bilang dan kasih saran dari sekarang mari kita rubah mindset kita “kuliah itu bukan untuk diniatkan mencari kerja tapi niatkan untuk menciptakan lapangan kerja. Siapkan dari sekarang. Bebaskan diri kalian untuk bercita-cita dan ber-ide kreatif”. Berkerja pada orang lain hanya memperkaya para pak Bos tempat kita bekerja !!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 comments:
emang bos elo siapa dink ?
iya dink,...
bos elo siapa?
Posting Komentar